Terungkap Bahwa Pelaku Bom Boston Ditangkap, Doborgol Lalu Ditelanjangi




Terungkap Bahwa Pelaku Bom Boston Ditangkap, Doborgol Lalu Ditelanjangi - Suasana Watertown, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) langsung mencekam setelah terjadi baku tembak antara polisi baku dan dua pria yang diduga pelaku peledakan bom di ajang Marathon Boston serta penembakan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) Boston. Hasilnya, seorang di antara pria itu dibekuk dalam kondisi luka parah akibat terkena peluru.

Mengutip Boston Herald, Jumat (19/4), laki-laki muda yang tidak disebutkan identitasnya itu langsung diborgol dan ditelanjangi oleh polisi. Aksi penelanjangan dilakukan untuk memastikan dia tidak membawa bahan peledak di balik pakaiannya.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, laki-laki tersebut dikabarkan meninggal. “Pria itu berambut gelap,” tulis media tersebut.


Kabar yang beredar, pria yang tewas itu adalah Tamerlan Tsarnaev (26). Sementara yang kabur adalah adiknya, Dzhokhar A Tsarnaev (19). Konon, mereka berasal dari Chenchya, Rusia.

Baku tembak berawal dari aksi penembakan keduanya terhadap polisi kampus. Usai menembak hingga polisi itu tewas, mereka merampas mobil Mercedes warna hitam. Polisi bersama personel biro intelijen AS, FBI, langsung memburu.

Aksi pengejaran terjadi hingga Watertown, 16 kilometer barat Boston. Merasa terancam, keduanya melakukan perlawanan. Aksi tembak-menembak terjadi. Seorang polisi luka-luka terkena tembakan.

“Selain menembaki polisi, mereka melemparkan benda seperti dinamit. Benda itu meledak tetapi tidak ada yang terluka. Pada saat itu keduanya langsung berlari namun salah seorang tertangkap,” kata seorang saksi mata, Andrew Kitzenberg.

Dugaan keterkaitan dua pria itu dengan ledakan bom di Boston ditegaskan Juru Bicara Kepolisian Negara Bagian Massachusetts, David Procopio. “Dalam insiden di Watertown kami menemukan bahan peledak yang sangat bisa digunakan untuk melawan polisi,” kata dia.

Beberapa jam sebelum baku tembak, FBI melansir foto dan video dua terduga peledak bom di Boston. Terlihat dalam rekaman itu, dua orang itu sempat menonton dua bom meledak.

“Ketika bom meledak, semua orang lari menyelamatkan diri dan korban tergeletak di jalan. Tapi, kedua terduga berjalan santai. Tingkah mereka sangat berbeda dengan orang-orang lain di lokasi itu,” kata sumber di FBI kepada CNN.

Dalam pernyatannya, FBI hanya menyebut dua orang tersebut sebagai Tersangka 1 dan Tersangka 2. Tersangka 1 mengenakan topi hitam, sweater hitam dan kaus putih. Sedangkan Tersangka 2 mengenakan topi putih dibalik, jaket hitam, dan sweater berwarna terang.

FBI juga menduga bom diledakkan menggunakan pengendali jarak jauh. Indikasinya, ada baterai di antara puing-puing ledakan bom. Baterai itu tersambung kabel dan robekan kain.

Berdasar data di perusahaan pembikinnya, Tenergy Corporation, baterai tersebut biasanya dipakai untuk alat pengendali jarak jauh mobil mainan.

Bukan Teroris

Pascapeledakan bom di ajang maraton, beredar banyak foto dan rekaman yang dituding sebagai pelaku, berdasar ciri-ciri yang diungkap FBI. Seperti di situs Reddit dan Flickr.

Di laman itu, dipasang beberapa foto orang yang memiliki ciri serupa. Salah satunya remaja asal Maroko di AS, Sulahaddin Barhoum.

Kepada Daily Mail, remaja 17 tahun itu mengaku ketakutan karena dituduh sebagai salah seorang pelaku pengeboman yang menewaskan tiga orang dan mencederai sekitar 160 orang itu.

Barhoum yang merupakan atlet lari, saat itu hanya menonton maraton bersama pelatih di sampingnya.

Sialnya, pelatihnya ini mengenakan topi baseball putih, sweater hitam dan tas backpack. Barhoum juga membawa tas besar. Gambaran keduanya persis seperti ciri-ciri pelaku yang disebutkan FBI.

Sontak, foto Barhoum dan pelatihnya beredar di internet, dilingkari, dituding pelaku pengeboman. Foto mereka bahkan masuk dalam sampul depan koran New York Post.

“Saya sangat takut karena tidak pernah terlibat masalah. Saya sangat khawatir. Saya bukan teroris,” tegas dia.

Barhoum bukan satu-satunya orang Timur Tengah yang dituduh sebagai pelaku. Sebelumnya, seorang mahasiswa asal Arab Saudi sempat diinterogasi polisi setelah ditangkap warga karena dianggap mencurigakan. Setelah diperiksa, dia terbukti tidak terlibat lalu dilepas.(cnn/rtr/afp/kps/tbn)

This article originally appeared in : Pengebom Boston Ditelanjangi : Sabtu, 20 April 2013 | 08:38 Wita




No comments:

Post a Comment