Beginilah Aneka Cara Penipu Menjebak Wisatawan Saat Traveling





Beginilah Aneka Cara Penipu Menjebak Wisatawan Saat Traveling -  Wisatawan biasanya menjadi sasaran empuk penipuan. Terutama apabila si wisatawan itu terlihat kebingungan. Anda harus pintar-pintar membaca situasi di negeri orang jika sedang bepergian.

Michael McAuliffe dari perusahaan asuransi perjalanan SureSave memberikan tips kepada wisatawan Australia agar tidak terjebak ulah si penipu

Ia mengingatkan biasanya penipu berpura-pura mengalihkan korbannya dengan menggunakan barang-barang seperti hot dog, surat kabar, atau gelang. Wisatawan yang tidak curiga bisa kehilangan barang-barang beharga mereka. 

Bagi mereka yang tidak ingin pulang ke rumah dengan tangan kosong, berikut sejumlah contoh penipuan yang bisa Anda hindari seperti dikutip laman Newsau, Senin (24/9/12):

1. Penipuan hot dog

Di semua lokasi di dunia, baik itu di bandara, pencopet akan makan hot dog dan `sengaja` menyemprotkan mustard ke wisawatan terdekat. Atau sebaliknya ia akan menjatuhkan kotoran hewan. Si penipu langsung berpura-pura merasa tidak enak dan membantu membersihkan. Namun yang ada barang wisawatan malah dicuri. Jadi pastikan tas Anda ditempatkan di antara kaki Anda dan perhatikan.

2. Polisi palsu

Petugas kepolisian palsu biasanya ada di Thailand dan sering pura-pura salah menuduh wisawatan melakukan kejahatan. Misalnya polisi yang mendenda wisatawan di lokasi sebesar $155 untuk memadamkan rokok di depan umum. Pastikan memeriksa identitas petugas dan menghubungi polisi yang asli jika ragu-ragu.

3. Serangan koran

Anak Gypsy mengepung wisawatan di Roma dengan menutup wajah mereka dengan koran. Mereka bermaksud membuat orang bingung dan menghalangi wisawatan. Saat itulah kejahatan dilakukan, mereka mencopet atau mengambil tas wisatawan. Jika didekati mereka, segera menjauh dengan cepat atau berteriak!

4. Menakut-nakuti

Penipu berkeliaran di bandara di dunia. Penumpang yang menjadi target biasanya saat mendekati metal detector ada seseorang yang menyerobot mereka. Saat alarm berbunyi, wisawatan akan lupa barang mereka diganti. Sementara itu teman si pencuri telah pergi lebih dahulu melalui sekuriti dan mencuri barang-barang penumpang .

5. Biksu palsu

Asia tenggara menjadi mangsa penipuan dalam perjalanan. Tapi biksu palsu muncul di hampir semua negara kawasan itu. Mereka berpakaian seperti biksu asli dan meminta sedekah kepada wisawatan.

6. Mengemudi yang membuat gila

Jika Anda berkendara di sebuah kota kecil di Afrika Timur hati-hati jika ada yang menumpahkan minyak di roda Anda. Tony Wheeler dari Lonely Planet memperingatkan: "Kenyataannya, saksi baru saja menumpahkan secangkir minyak ke roda Anda dan memberitahu ada garasi di sudut yang akan membantu masalah Anda". Nanti keuntungannya dibagi antara saksi itu dan pemilik garasi

7. Bayi gypsy

Penipuan lain ketika wanita gypsy mendekati wisatawan. Biasanya wanita itu sendirian dan melemparkan seperti boneka kecil ke tangan korban. Teman korban akan mengambil barang-barang wisawatan saat mereka kebingungan alias terhipnotis. Menjauhlah jika didekati pengemis gypsy.

8. Jet ski

Sebuah penipuan Thailand memaksa wisatawan untuk membayar biaya kompensasi yang cukup besar untuk kerusakan jet ski yang bukan karena mereka. Motif seperti ini meningkat terus. 

Kelompok ini sering membawa senjata dan wisatawan dipaksa membayar ribuan dolar setelah menggunakan jet ski. Beberapa wisatawan telah mencoba memotret jet ski sebelum menyewanya, tetapi banyak yang menggunakan cat yang larut dalam air. Ada juga polisi yang juga penipu. Ia tidak akan membantu karena terlibat.

9. Gelang

Pengunjung di Roma dan Paris menjadi target penipu dengan menawarkan gelang anyaman dengan mengikatkannya. Mereka juga menuntut bayaran, apabila ditolak pelakunya akan berteriak bahwa si pelancong mencuri gelang.

10. Orang jatuh

Wisatawan telah diperingatkan untuk tidak tertipu pencopetan seperti seorang wanita tua yang "jatuh" ke bawah eskalator, misalnya di London Underground. Perhatikan barang-barang berharga Anda! 

11. Pakan burung

Penipu mendekati wisawatan di luar Grand Palace Bangkok dan memberikan mereka satu tas berisi jagung yang dilemparkan ke kerumunan merpati. Begitu selesai memberi makan merpati, wisawatan harus membayar jagung itu.(MEL)

This article originally appeared in : Waspada Trik Penipuan saat Traveling | Liputan6.com | Updated: Mon, 24 Sep 2012 13:27:00 GMT




No comments:

Post a Comment